Masih takut diguyur hujan? Beginilah cara Rasulullah menghadapi hujan

Salah satu bukti anugerah Allah kepada makhluk bumi adalah dengan diturunkannya hujan. Hujan adalah nikmat Allah yang mestinya kita syukuri. Oleh karenanya kita janganlah sekali-kali mencelanya. Mungkin sebagian orang merasa jengkel dengan turunnya hujan. Padahal yang menurunkan hujan tak lain adalah Allah Ta’ala.

Wahai saudaraku, marilah kita mencontoh sang tauladan kita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam menghadapi hujan. Tahukan anda bagaimana Rasulullah menghadi hujan? Berikut ini beberapa sunnah yang patut kita tiru saat datangnya hujan seperti yang telah saya ringkas dari blog ustadz abul jauza beberapa sunnah ketika turun hujan:

2017-04-23_180157

1. Bergembira dengan datangnya hujan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam merasa sangat ketakukan ketika akan turun hujan dikarenakan seolah-olah akan ditimpakan azab kepada umatnya. Tetapi ketakutan itu hilang setelah hujan mulai turun. Hal ini sebaimana diriwayatkan dalam sebuah hadis berikut ini yang artinya:

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Maslamah bin Qa’nab : Telah menceritakan kepada kami Sulaimaan bin Bilaal, dari Ja’far bin Muhammad, dari ‘Athaa’ bin Abi Rabbaah, bahwasannya ia pernah mendengar ‘Aaisyah istri Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Apabila hari mendung dan angin bertiup kencang, maka hal itu dapat diketahui dari wajah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bolak-balik ke depan dan ke belakang. Dan ketika hujan telah turun, beliau pun bergembira dan hilanglah kekhawatirannya”. ‘Aaisyah berkata : “Lalu aku bertanya tentang hal itu pada beliau”. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Aku khawatir hal itu akan menjadi menjadi adzab yang ditimpakan kepada umatku“. Ketika melihat hujan turun, beliau bersabda : “(Ini adalah) rahmat” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 889 (14)].

2. Waktu mustajab berdoa ketika hujan

Memanfaatkan waktu hujan untuk berdoa memohon apa yang diinginkan kepada Allah Ta’ala:

ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر

“Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ مُقَاتِلٍ أَبُو الْحَسَنِ الْمَرْوَزِيّ، قَالَ: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ، قَالَ: أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَائِشَةَ، ” أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ، قَالَ: اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا “

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muqaatil Abul-Hasan Al-Marwaziy, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Abdullah, ia berkata : telah mengkhabarkan kepada kami ‘Ubaidullah, dari Naafi’, dari Al-Qaasim bin Muhammad, dari ‘Aaisyah : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam apabila melihat hujan turun, beliau berdoa : ‘Allaahumma shoyyiban naafi’an (Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat bagi kami)’ [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 1032].

Dalam riwayat lain :

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا

“(Allaahummaj-‘alhu shoyyiban naafi’an) Ya Allah, jadikanlah ia hujan yang bermanfaat bagi kami” [Diriwayatkan oleh An-Nasaa’iy no. 1523; shahih].

Jika hujan sangat deras hingga memberikan mafsadat, maka disunnahkan kita membaca doa :

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا

‘Allaahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa’ (ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami saja dan jangan kepada kami – sehingga membahayakan kami) [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 969]

3. Menyingkap sebagian pakaian agar badan terkena hujan

Dan telah menceritakan kepada kami Yahyaa bin Yahyaa : Telah mengkhabarkan kepada kami Ja’far bin Sulaimaan, dari Tsaabit Al-Bunaaniy, dari Anas, ia berkata : “Kami pernah diguyur hujan bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyingkap pakaiannya hingga terkena hujan. Kami pun bertanya kepada beliau : ‘Wahai Rasulullah, mengapa engkau lakukan itu ?’. Beliau menjawab : ‘Karena hujan baru saja diturunkan oleh Rabb-nya” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 898].

4. Berdo’a ketika mendengar petir

عَنْ عَامِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، أَنَّهُ كَانَ إِذَا سَمِعَ الرَّعْدَ تَرَكَ الْحَدِيثَ، وَقَالَ: سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ، ثُمَّ يَقُولُ: إِنَّ هَذَا لَوَعِيدٌ لِأَهْلِ الأَرْضِ شَدِيد

Dari ‘Aamir bin ‘Abdillah bin Az-Zubair, dari ‘Abdullah bin Az-Zubair : Bahwasannya apabila mendengar guruh, ia meninggalkan pembicaraan dan kemudian berdoa : ‘Subhaanalladzii yusabbihur-ro’du bi-hamdihi wal-malaaikatu min khiifatih (Maha Suci Allah, Dzat yang guruh itu bertasbih dengan memuji-Nya, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya)”. Lalu ia berkata : “Sesungguhnya ini benar-benar merupakan peringatan keras bagi penduduk bumi” [Diriwayatkan oleh Maalik dalam Al-Muwaththa’ 4/524-525 no. 2019; shahih].

Karena,…. banyaknya petir dan guruh merupakan tanda-tanda hari kiamat.

5. Perkataan Muadzdzin dalam Adzannya : Sholluuu fir-Rihaalikum

Dan telah menceritakan kepadaku ‘Aliy bin Hujr As-Sa’diy : Telah menceritakan kepada kami Ismaa’iil, dari ‘Abdul-Hamiid bin Az-Ziyaadiy, dari ‘Abdullah bin Al-Haarits, dari ‘Abdullah bin ‘Abbaas : Bahwasannya ia pernah berkata kepada mu’adzdzinnya ketika hari hujan : “Apabila engkau telah mengucapkan ‘asyhadu an-laa ilaaha illallaah, asyhadu anna Muhammadan-Rasuulullah’, maka jangan engkau ucapkan : ‘hayya ‘alash-shalaah’. Akan tetapi ucapkanlah : ‘sholluu fii buyuutikum’”. Seakan-akan orang orang mengingkarinya. Maka Ibnu ‘Abbaas berkata : “Apakah kalian heran tentangnya ?. Sungguh, hal tersebut pernah dilakukan oleh orang yang lebih baik dariku. Sesungguhnya shalat Jum’at adalah kewajiban, namun aku tidak suka membuat kalian keluar rumah sehingga kalian berjalan di atas tanah yang berlumpur” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 699].

Faedah : Hujan menjadi sebab diberikan keringanan bagi seorang muslim tidak mendatangi shalat berjama’ah di masjid, dan melaksanakannya di rumah-rumah mereka.

Semoga dengan turunnya hujan semakin membuat kita bersyukur, bukan malah mengeluh. Manfaatkanlah moment tersebut untuk banyak memohon segala hajat pada Allah Ta’ala menyangkut urusan dunia dan akhirat.

Bantu SHARE. Raih pahala jariyah Anda...Share on Facebook1Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 50 = 56