Awas!!! Tukang sihir berkedok Peruqyah, Dukun berjubah Kiyai

Berikut ini cara membedakan antara Ruqyah Syar’iyyah dengan “Ruqyah Syirkiyyah”, membedakan antara peruqyah (mu’alij) yang syar’i dengan Dukun dan Tukang Sihir berkedok Kiyai).

PERBEDAAN RUQYAH SYAR’IYYAH
DENGAN SIHIR
==============================
Oleh : Ustadz Achmad Junaedi, Lc hafidzohulloh

“Mana yang Ruqyah ? Mana yang Sihir ?
Keseharian dalam prakteknya, awam akan sulit membedakan :
mana terapi ruqyah, mana praktek sihir….
Berikut ini penjelasan yang membedakan.

Sesungguhnya dalam menggunakan terapi Ruqyah Syar’iyyah untuk mengobati penyakit fisik, batin, ataupun gangguan jin atau sihir, para ulama telah berpendapat bahwa ruqyah dibolehkan dengan tiga syarat :
✳· Dengan ayat-ayat dan doa kepada Allah dan menyebutkan asmanya (Asmaul husna) yang disyariatkan.
✳· Dengan menggunakan bahasa Arab atau bahasa yang bisa dipahami.
✳· Meyakini bahwa Ruqyah sendiri tidak memiliki pengaruh apa-apa kecuali atas seizin Allah.
💎💎PERILAKU DAN SIFAT PERUQYAH SYAR’IYYAH
Selain ada syarat bagi Ruqyah Syar’iyyah yang tersebut diatas untuk membedakan sebuah terapi adalah terapi ruqyah atau terapi sihir. Dapat diketahui dari sifat-sifat peruqyahnya karena tidak jarang seseorang mengaku meruqyah tetapi tercampur dengan hal-hal syirik yang dilarang dalam Islam.
Inilah syarat-syarat yang harus dipenuhi semua peruqyah (mu’alij) yang syar’i :
✅1. Harus berakidah lurus seperti salafus sholih, yang bersih, jernih, benar dan terbebas dari syirik dan bid’ah.
✅2. Harus mewujudkan tauhid yang murni dalam perkataan dan perbuatan.
✅3. Harus yakin bahwa Al Qur’an dan Sunnah punya pengaruh besar pada jin dan syetan.
✅4. Harus mengetahui perihal jin dan syetan, jerat-jeratnya dan kegemarannya dari Al Qur’an dan Sunnah.
✅5. Harus mengetahui pintu-pintu masuk syetan pada manusia.
✅6. Dianjurkan dengan sangat, sudah menikah supaya bisa menjaga suasana hati.
✅7. Menjauhi hal-hal yang diharamkan, dosa kecil maupun dosa-dosa besar dan sebagainya.
✅8. Harus mendukung dan melaksanakan berbagai ketaatan (kepada Allah dan RasulNya).
✅9. Harus senantiasa dzikrullah, introspeksi dan bertaubat. Juga harus menjaga keihlasan dan sabar.
✅10. Harus mengetahui wirid-wirid harian yang diajarkan rasulullah, seperti zikir pagi, doa harian seperti doa masuk WC dan keluarnya, doa masuk dan keluar rumah, sunnah menjelang tidur dan sebagainya.
✅11. Harus mengetahui ilmu-ilmu hati supaya tidak mudah terperdaya lawannya (jin dan syetan), apa yang melemahkan dan menguatkan, ilmu tentang maksiat dan sebagainya menurut pemahaman salafus sholih.
📛PERILAKU DAN SIFAT TUKANG SIHIR
Sebagai orang beriman dan berilmu kita harus selalu waspada dan hati-hati dalam mencari solusi atas permasalahan-permasalahan yang kita hadapi, misalnya : Pengobatan dari penyakit baik medis atau non medis, kegagalan dalam usaha, keselamatan dari segala mara bahaya. Janganlah tertipu oleh penampilan, pakaian atau gelar seseorang dan perhatikan hal-hal di bawah ini, jika ada salah satunya maka harus dihindari sebab telah menyimpang dari ajaran yang benar :
♨1. Bertanya nama, nama ayah dan ibunya, hari dan tanggal lahirnya untuk dimanterai atau diramal.
♨2. Meminta salah satu benda penderita (foto, kain, saputangan, peci, baju, potongan kuku dsb.) sebagai syarat ritual atau deteksi.
♨3. Terkadang minta binatang dengan sifat tertentu (ayam cemani, burung pelatuk bawang dsb.) atau media lainnya seperti bunga kantil, minyak-minyak tertentu, apel jin, daun sirih ketemu ruas, atau tanah kuburan.
♨4. Menulis jima-jimat (rajah) tertentu menggambar segi empat yang di dalamnya ditulis huruf dan angka, menggambar simbol-simbol syirik dsb.
♨5. Membaca mantera-mantera yang tidak dipahami, potongan ayat-ayat Al Qur’an yang dipisah-pisah.
♨6. Kadang-kadang menyuruh penderita menyepi tidak terkena sinar matahari.
♨7. Kadang-kadang tidak boleh menyentuh air pada masa-masa tertentu, atau mandi tengah malam.
♨8. Memberi benda-benda yang ditanam di tanah, ditempel diatas pintu, sikep, susuk, keris, akik, cincin besi, telur, air sakti, sabuk sakti, benang untuk ditalikan di tubuh, batu kristal atau yang lainnya yang dipercaya dapat menarik manfaat dan menolak bahaya.
♨9. Menyuruh penderita beribadah dan berwirid bid’ah (puasa mutih, pati geni, ziarah-ziarah dll.)
♨10. Terkadang sudah tahu duluan masalahnya (menebak), nama dan tempat tinggalnya, bisa melihat jin dalam tubuh pasiennya.
♨11. Terkadang punya kamar khusus dirumahnya yang tidak boleh dimasuki oleh orang lain.
♨12. Ada pantangan terhadap dirinya atau pasiennya terhadap hari atau tanggal tertentu (tathayyur).
♨13. Menulis ayat Al Qur’an dengan terbalik (sungsang) atau dengan darah haid, atau sesuatu yang najis (menista Al Qur’an).

Bantu SHARE. Raih pahala jariyah Anda...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + 4 =