Masha Allah, pemuda ini membeli pahala Ramadhan 87juta & tinggalkan PNS demi dakwah

Ustadz Muflih Safitra. Mendengar nama da’i asal Kota Balikpapan ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi pemirsa Radio Rodja dan RodjaTV. Bacaan murattalnya yang merdu dan indah membuat siapa saja (mungkin) ingin membuka mushaf dan mengikuti setiap bacaannya ayat demi ayat dengan penuh tadabbur (pengalaman pribadi). Saat tulisan ini dibuat, saya sedang mendegarkan lantunan surat Al-Infithaar. Anda bisa mendownload murattal Ustadz Muflih Safitra pada artikel ini: Download MP3 Murattal Muflih Safitra.

Biografi ustadz muflih safitra

Kiprahnya sebagai da’i dimulai sejak masih duduk bangku Tsanawiah, pria kelahiran Balikpapan 19 Juli 1984 ini saat usianya masih 13 tahun sudah sering berceramah keliling kampung di bulan Ramadhan. Muflih Safitra pernah bekerja sebagai PNS di Pemkot Balikpapan. Ayahnya bernama M. Saad Ali juga seorang PNS dan merangkap sebagai da’i. Ketika ayahnya mengisi ceramah, Muflih sering ikut menemani sekaligus mendengarkan ceramah ayahnya. “Sejak kecil saya sering ikut kegiatan Islami, seperti MTQ dan ceramah. Saat Ramadhan tiba, ayah saya sering mengajak saya keliling berceramah,” ujar Muflih yang saya kutip Kisahmuslim.com.

Keinginannya yang kuat dalam dakwah Tauhid dan mensyiarkan Sunnah Rasulullah Shallallau’alaihi Wasallam ia tetap menyempatkan diri untuk berdakwah sepulang kerja.

Setelah lulus sekolah di SMA Negeri 1 Balikpapan, ia melanjutkan kuliah di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta. Ia mampu menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 5 bulan dengan IPK 3,89 (cumlaude). Pada tahun 2010 ia meraih juara 1 lomba menghafal Al Qur-an untuk PNS Kota Balikpapan dan mendapatkan hadiah umroh dari pemerintah. Sepulang dari umroh, ia mendapatkan beasiswa magister di King Saud University, Arab Saudi.

Ia pun kembali menginjakkan kaki di negeri para Nabi 5 bulan kemudian. “Adalah kesempatan yang luar biasa kita bisa sekolah S2 sekaligus belajar dengan masyaikh dan ulama-ulama internasional. Kita bisa menimba lebih banyak ilmu agama,” ujarnya. Akhir tahun 2013 Berkat rahmat Allah, Muflih menyelesaikan pendidikan S2 dengan masa studi tercepat dan IPK tertinggi di antara mahasiswa seangkatan.

Tinggalkan PNS demi dakwah Sunnah

Setelah lulus kuliah, pada tahun 2014 beliau pulang ke Balikpapan dan kembali bekerja sebagai PNS. Tetapi ia merasa dakwahnya terhalang oleh kewajibannya sebagai PNS. “Waktu saya untuk berdakwah dan mengajarkan ilmu agama sangat terbatas. Sementara di jam kerja saya tidak bisa berdakwah. Sedangkan permintaan untuk mengisi kajian Ramadhan semakin banyak,” katanya. Muflih yang saat itu sudah golongan III B akhirnya memutuskan berhenti menjadi PNS dan fokus untuk berbagi ilmu dalam dakwah.

“Orangtua dan istri sangat mendukung langkah ini. Bahkan ayah saya meyakinkan, jangan takut kehilangan rejeki karena sudah diatur Allah Subhanallhu Ta’ala. Kalau nanti diminta mengembalikan gaji, bapak mengatakan akan bantu cari dananya,” katanya. Seminggu sebelum Ramadhan tahun lalu, ia mengundurkan diri sebagai PNS dengan konsekuensi membayar 87 juta sebagai bentuk pengembalian gaji yang ia terima semasa kuliah di Arab Saudi, karena teranggap tidak mengabdi di pemerintah. “Ketika itu saya belum punya uang. Maka saya mengajukan penghapusan pengembalian tersebut, walau mungkin ditolak.

“Saya menyadari, seandainya ditolak pun tidak mengapa karena memang itu hak pemerintah sekaligus tanggung jawab saya. Seandainya harus membayar, ibarat membeli pahala Ramadhan Rp 87 juta,” ucapnya. Tak disangka pertolongan Allah datang. Seorang kawan yang juga jamaahnya bersedia membantu Muflih untuk mengembalikan gajinya kepada negara.

“Walaupun status bantuannya hutang yang akan saya cicil kepada teman, setidaknya tanggungan terasa lebih ringan dan saya pun tambah yakin bahwa dakwah ini adalah jalan hidup saya,” katanya.

Bantu SHARE. Raih pahala jariyah Anda...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

77 − 71 =